Antara Cinta dan Cita-Cita
Oleh:
Ila Sri Rahayu Kelas 9B
Di
bibir pantai inilah kami berada, duduk di lembutnya pasir putih nan indah,
memandang lepas luasnya lautan, dan menikmati siluet senja yang mengagumkan.. Jarum
jam menunjukan pukul 17.40 WIB, segera kami bergegas pulang, meninggalkan
pantai kenangan, dan meninggalkan pesona alam yang selalu menenangkan perasaan.
Bel
pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa pulang ke rumahnya masing
masing,sementara aku mengunjungi pantai terlebih dahulu.
"Zara"
terdengar suara yang memanggil namaku, seorang lelaki berpakaian putih biru
menghampiriku sembari melambaikan tangannya.
"Assalamualaikum
Zara, salam semangat dari cowok paling ganteng yang ada di hadapanmu ini."
ucap Zaky sok cool sambil merapikan rambutnya
"Waalaikum
salam" ucapku sambil mengacak ngacak rambut Zaky
Ketika
kami tiba di pantai kenangan disambut dengan gemuruh nyanyian ombak yang
menghantam karang, dan ditemani camar yang riang gembira bermain di cakrawala
"Zara
aku punya lagu buat kamu, aku nyanyiin ya" ucap Zaky sambil mengatur kunci
dari gitar yang dia genggam
"Ku
harap kau tak pernah meninggalkanku" potongan terakhir dari lagu yang Zaky
nyanyikan
"Zaky,
andai kamu tau suatu saat nanti hari itu akan tiba" ucapku dalam hati
Hari
mulai petang, kami memutuskan pulang ke rumah
Pancaran
mentari pagi membangunkan ku, memberiku semangat untuk memulai hari. Hari libur
kini telah tiba, ku hanya ingin melewati hari ini bersama Zaky, dan melupakan
sejenak kejadian yang terjadi setelah ini.
Mungkin
suasana tenangnya pantai, dengan deburan ombak di lautan, dan sejuknya angin
yang mengibaskan hijab putih ku, dapat menjernihkan pikiranku dan bisa sedikit
membuatku berani untuk mengungkapkan yang sebenarnya pada Zaky, jujur aku tak
bisa membayangkan bagaimana reaksi Zaky kalau dia tau bahwa..
"Zara,
aku bawa hadiah buat kamu" ucap Zaky membuatku terkejut "Mungkinkah
ini waktu yang tepat untuk aku bicara pada Zaky" batinku bertanya
Dulu
aku pernah membicarakan soal ini pada Zaky, di tempat ini, di suasana yang
sama, namun di waktu dan keadaan yang berbeda
Ketika
mentari mulai meredup kan berganti menjadi purnama
"Zaky,
kalau suatu saat nanti kita gak sama sama lagi kamu akan gimana?" tanyaku
pada Zaky
"Ehhmm,
maksud kamu" tanya Zaky heran
"Zaky,
setiap orang pasti punya impian, sama halnya dengan aku, aku ingin menggapai
mimpi aku menjadi seorang dokter spesialis, dan mugkin entah cepat atau lambat
aku akan menetap di Australia, aku akan melanjutkan sekolah menengahku disana,
agar jika nanti aku masuk perguruan tinggi di Australia, aku sudah terbiasa
dengan lingkungan ya" ucapku menjelaskan
Zaky
hanya tertunduk diam, ku tak tahu apa yang Zaky rasakan, namun dari raut
wajahnya menjelaskan bahwa ia tak ingin hal itu terjadi
Sejak
saat itu aku tak pernah lagi membahas soal perpisahan
Namun
saat ini, keadaan mengharuskan aku untuk kembali membahas soal ini
"Zara"
ucap Zaky mengembalikan pikiranku
"Zaky,
sebenernya besok aku.. aku….
Tiba
tiba ku merasa gugup, mulutku serasa terkunci, sulit bagiku untuk mengeluarkan
kata kata
Ku
mencoba tenang, sesekali pandanganku mengarah ke arah pantai
"Besok
aku akan ke Australia" ucapku dengan nada sendu dan mataku mulai berkaca
kaca
Zaky
yang awalnya menatapku, kini ia tertunduk lesu, melepaskan hadiah yang akan di
berikan padaku dari genggamannya
Meski
hati ini berat untuk berpisah, namun demi mimpiku,aku harus bisa mengikhlaskan
semuanya
Ku
pikir Zaky marah dan akan meninggalkanku ternyata ia mengambil gitar
Zaky
kembali menemuiku, menatapku dalam dalam, lalu melemparkan senyuman padaku,
terlihat dari raut wajahnya terselimut duka di balik senyuman manisnya
Zaky
melantunkan lagu yang ia ciptakan untukku, ku mengabadikan moment ini dengan
ponselku
"Zara,
aku mendukung keputusan kamu" ucap Zaky
Tangis
ku pecah mendengar ucapan Zaky, ku hanya mengangguk, mencoba tegar dengan
semyuman, dan berusaha agar air mata tak kembali jatuh dari kelopak mataku
Zaky
mengusap hijab putih ku "calon dokter" ucapnya
Kami
menikmati hari ini berdua, bersama di pantai kenangan
Seluruh
pakaian dan barang barang telah ku kemas di dalam koper, termasuk album fotoku
bersama Zaky yang kemarin kami buat, dan hadiah
yang Zaky berikan untukku, semua akan kubawa, akan kusimpan, dan akan
kukenang dalam hidupku
Di
bandara ini, menjadi tempat terakhirku untuk bisa menatap wajah Zaky secara
langsung
"Zaky,
kamu jangan lupain aku ya, kamu harus kirim kabar setiap hari ke aku, dan
harus
sering sering nyanyi buat aku ya" ucapku pada Zaky
"Iya
calon dokter cantik aku akan penuhi semua keinginan kamu" ucap Zaky sambil
tersenyum
"Ihhh
pake segala calon dokter cantik, bikin aku melayang aja, makasih calon penyanyi
ganteng" ucapku sambil tertawa kecil
"Zara,
makasih selama ini kamu selalu ada buat aku, dan saat ini kamu akan melangkah
menggapai mimpi kamu menjadi seorang dokter, aku pun akan ikut melangkah
menggapai mimpi aku menjadi seorang penyanyi, kita akan berjuang bersama meski
di jalan yang berbeda" ucap Zaky serius padaku
"Aku
juga makasih atas semua yang kamu berikan ke aku, meski jarak dan waktu telah
memisahkan kita, namun kita tetap bisa saling dukung dan saling menyemangati,
Zaky aku pergi" ucapku
Kami
saling pandang, dan saling melempar senyuman, sedikit demi sedikit langkah
kakiku pergi jauh meninggalkan Zaky
Zaky
melambaikan tangannya padaku, akupun melambaikan tanganku pada Zaky.
Zaky
kaulah pelangi yang mewarnai kanvas putih kehidupanku, meski esok kita tak lagi
bersama, namun kenangan yang telah kita ukir berdua tak kan pernah terlupa
dalam benak kita masing masing dan akan menjadi sejarah di tiga tahun terindah
hidupku bersamamu, Zaky.
Kini
kita akan berjuang menggapai mimpi kita masing masing, kuharap suatu saat nanti
Tuhan mentakdirkan kita untuk kembali bertemu, bisa kembali bersama, selamanya.
Ceritamu sudah cukup bagus. Terus belajar lagi ya
BalasHapus