Puisi Nina 

 Rindu Sekolah

Rasa ini membalut kalbu

Impian yang terpendam di ujung asa

Nyanyian bocah-bocah mengusung cita

Untuk meraih masa depan ceria

 

Sapa, salam dan senyum sirna

Eporia bahagia  pupus terhapus

Komunikasi hanya  lewat kata

Obrolan hadir melalui jemari

Lontaran kata hanya lewat  wa

Anak-anak dibiarkan sakit mata

Harus terus melihat gadget

 

Duniaku sebatas Maya

Tak dapat bermain fakta

coretan- coretan via on line

Tak dapat bercanda ria

 

Karang tengah, 15 Agustus 2020


Pengabdian

 

Dinding-dinding kusam bertulis kisah

Kadang bahagia ditemani tawa ceria

Tak sedikit lara berurai air mata

Hadir bersama asa nan membara

 

Perjalanan waktu bergulir tak jemu

Mengalir deras tak terkira

Aku hanyalah buaian waktu

Hingga tiba pada batas usia

 

Aku  terperangkap di sepenggal takdir

Bersama sumpah langit dan bumi

Rangkaian cerita mengalir belum berakhir

Namun raga tak lagi berdaya, lunglai

 

Pengabdian ini harus sempurna

Karena setetes peluhku adalah goresan kisah

Yang menjadi memori sejarah

Meski pengabdianku tak baertanda

 

Penaku mengukir ribuan kisah

Menggoreskan dan mewarnai generasi pertiwi

Meski perjalananku kini telah bertepi

Pengabdianku terus terangkai hingga akhir usia

Cibadak, Juli 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru Matematika Pandai Berpantun dan Berpuisi

Antara Cinta dan Cita-Cita